A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: unlink(/Data/satpol/config/app/cache/app_settings): No such file or directory

Filename: drivers/Cache_file.php

Line Number: 279

Backtrace:

File: /Data/satpol/config/app/core/MY_Controller.php
Line: 90
Function: get

File: /Data/satpol/config/app/core/MY_Controller.php
Line: 78
Function: load_settings

File: /Data/satpol/config/app/core/MY_Controller.php
Line: 73
Function: initialize

File: /Data/satpol/config/app/core/Public_Controller.php
Line: 23
Function: __construct

File: /Data/satpol/config/app/controllers/V1.php
Line: 9
Function: __construct

File: /Data/satpol/public/uc0d357312.php
Line: 108
Function: require_once

Satpol PP Kota Surabaya - ANTISIPASI PENGEMIS MUSIMAN SAAT RA

Detail Berita

ANTISIPASI PENGEMIS MUSIMAN SAAT RAMADHAN, SATPOL PP KOTA SURABAYA LAKUKAN PENEBALAN PENGAMANAN
By: digiservo Date: Mar 04, 2026 Category: Surabaya

ANTISIPASI PENGEMIS MUSIMAN SAAT RAMADHAN, SATPOL PP KOTA SURABAYA LAKUKAN PENEBALAN PENGAMANAN

Guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) atau yang akrab disapa gelandangan dan pengemis (gepeng) musiman selama bulan suci Ramadhan,  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya melakukan penebalan personel dan pengamanan pada sejumlah titik rawan di Kota Surabaya. Langkah ini diambil, sebagai upaya menjaga ketentraman dan ketertiban umum (trantibum) bagi masyarakat Kota Surabaya agar tetap aman dan nyaman.

Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya, Mudita Dhira Widaksa mengatakan, bahwa meningkatnya jumlah pengemis ini selalu terjadi setiap tahun mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Biasanya mendekati lebaran, kebanyakan dari mereka bukan berasal dari Kota Surabaya melainkan dari luar kota. Mereka datang ke Surabaya untuk mencari peruntungan dengan memanfaatkan belas kasihan dari warga,” kata Mudita, Rabu (4/3).

Mudita mengatakan, sebagai upaya meminimalisir adanya aktivitas pengemis musiman tersebut, pihaknya telah melakukan pemetaan petugas pada sejumlah titik yang rawan menjadi tempat para pengemis musiman beraksi.

“Kami sudah melakukan pemetaan sejumlah titik rawan, kami intensifkan patroli pada fasilitas umum dan fasilitas sosial. Termasuk tempat ibadah besar, seperti Masjid Al-Falah, Masjid Al-Akbar serta kawasan wisata religi Sunan Ampel menjadi perhatian utama kami,” kata Mudita.

Mudita menambahkan, dalam pelaksanaannya, pihaknya juga turut berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, serta pihak kecamatan, kelurahan, hingga TNI-Polri.

“Tentunya kami tidak bekerja sendiri, dalam upaya ini kami turut berkolaborasi dengan berbagai pihak. Kami juga melakukan koordinasi pada kecamatan dan kelurahan setempat untuk meminimalisir adanya pengemis musiman ini,” imbuh Mudita.

Selain itu, Mudita menegaskan, pihaknya juga turut melakukan penebalan pada patroli rutin guna memastikan memastikan kenyamanan warga yang sedang beribadah maupun berwisata religi.

“Kami akan masif melakukan patroli pada titik-titik rawan, utamanya pada lampu merah. Sampai sekarang, beberapa titik dengan intensitas tinggi terus kami PAM (penjagaan), sedangkan titik lainnya tetap dipatroli secara berkala," tegasnya.

Tak hanya itu, Mudita juga menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan skema penanganan yang terintegrasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) bagi mereka yang terjaring razia. Namun, perlakuannya dibedakan berdasarkan asal daerah dan usia. 

“Untuk pengemis dewasa ber-KTP Surabaya langsung dibawa ke Lingkungan Pondok Sosial untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Sedangkan untuk penanganan pengemis warga Surabaya di bawah umur kami arahkan ke Rumah Perubahan dibawah naungan DP3A-PPKB, untuk mendapatkan pembinaan khusus,” jelas Mudita. 

“Sedangkan bagi pengemis yang terjaring berasal dari warga luar kota, akan dimasukkan ke Liponsos terlebih dahulu, kemudian berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Jawa Timur untuk proses pemulangan ke daerah asal,” tambah Mudita.

Lebih lanjut, Mudita juga turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban kota. Mudita mengimbau untuk tidak memberi di jalanan dan melaporkan temuan pengemis melalui kanal resmi.

"Silakan warga Surabaya, jika melihat anjal atau pengemis di fasum, fasos, atau lampu merah, bisa langsung telepon ke Call Center 112. Petugas akan langsung meluncur untuk melakukan penindakan," pungkasnya.