Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya mengambil tindakan tegas seberat-beratnya pada salah satu anggotanya, Jumat (12/12). Langkah tegas ini diambil, menyusul viralnya rekaman video di media sosial, yang memperlihatkan oknum anggota yang kedapatan melakukan pungutan liar (pungli) pada pedagang kaki lima (PKL).
Dalam video yang beredar, oknum anggota tersebut menghampiri sebuah lapak pedagang yang berada dibahu jalan. Didalam video, nampak pedagang tersebut memberikan sesuatu kepada oknum anggota Satpol PP saat bertugas di kawasan Jalan Kenjeran Surabaya.
“Kami ambil tindakan tegas seberat-beratnya, saat ini kami proses. Dan juga sedang berkoordinasi dengan pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia,” kata Kasatpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini.
Zaini menuturkan, berdasarkan infomasi dari oknum anggota, kejadian tersebut terjadi antara bulan Juli sampai dengan Oktober 2024 silam.
“Memang sesuai keterangan itu video lama, tapi kami tidak membenarkan walaupun itu video lama atau baru pungli tetaplah pungli, itu pelanggaran berat,” tutur Zaini.
Zaini mengatakan, langkah tersebut dilakukan sesuai dengan komitmen Wali Kota Surabaya, untuk membangun birokrasi yang bersih, transparan serta akuntabel.
“Langkah ini kami ambil sebagai langkah serius dalam memberantas praktik korupsi, kolusi dan nepotisme khususnya di lingkungan Satpol PP Surabaya,” kata Zaini.
Zaini menegaskan, bahwa pihaknya akan mengambil tindakan serupa apabila kembali ditemukan anggota Satpol PP Surabaya yang terlibat praktik pungli.
“Jika masih ada anggota yang nekat melakukan pungli, kami akan mengambil tindakan serupa seperti sebelumnya. Tidak ada kompromi untuk perilaku yang merugikan masyarakat,” tegas Zaini.
“Pembelajaran bagi kami dan seluruh anggota Satpol PP yang lain, untuk tidak melakukan hal yang sama dan hal-hal lainnya yang dapat melanggar ketentuan yang ada,” terusnya.
Lebih lanjut, Zaini menuturkan, pihaknya akan memperkuat pengawasan internal guna memastikan seluruh anggotanya bekerja sesuai aturan untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
“Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pada seluruh anggota. Hal ini dilakukan guna memantau kinerja setiap anggota serta menjadi evaluasi rutin agar anggota kami lebih disiplin dalam melaksanakan tugas,” kata Zaini.
Tak hanya itu, Zaini juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut serta melaporkan tindakan pungli yang dilakukan oleh anggotanya tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih, dengan adanya video tersebut masyarakat turut membantu dalam memberantas tindakan pungli, khususnya yang dilakukan oleh anggota kami. Saya berharap agar kejadian ini tidak akan terulang kembali dan dapat menjadi pembelajaran bagi anggota yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama,” pungkasnya.