Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, mengintensifkan patroli laut terkait maraknya pagar laut dibeberapa perairan di Indonesia. Patroli laut tersebut dimulai, dari dermaga Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya di Gunung Anyar hingga perbatasan Kabupaten Sidoarjo, Jum’at (17/1).
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, patroli tersebut dilakukan pihaknya, guna mengawasi perairan di Kota Surabaya agar terhindar dari pemasangan pagar laut.
“Dibeberapa kota sudah terjadi adanya pemasangan pagar laut, seperti di perairan Tangerang. Sehingga kami melakukan antisipasi awal dengan melakukan patroli laut ini,” kata Fikser.
Fikser mengatakan, pihaknya menyusuri area pesisir yang mencakup perairan timur kecamatan Gunung Anyar, dan sebagian Kecamatan Rungkut yakni pesisir timur Medokan Ayu.
“Kami lakukan penyisiran, untuk patroli laut kami menerjunkan personel kami Tim Pancanaka. Kami sisir sejauh kurang lebih 40 kilometer area pesisir,” terang Fikser.
Lebih lanjut, dari hasil patroli laut tersebut, Fikser mengatakan terkait pemasangan pagar laut di area pesisir tersebut masih nihil ditemukan.
“Dari patroli yang kami lakukan hari ini masih nihil temuan, harapannya seterusnya nihil agar perairan di Kota Surabaya terjaga dengan baik. Tapi kami akan tetap terus melakukan pengawasan,” kata Fikser.
Ia menambahkan, pihaknya akan melanjutkan patroli laut tersebut secara berkala di kawasan pesisir yang ada di Kota Surabaya.
Selain itu, pada giat tersebut, Fikser mengatakan pihaknya juga turut melakukan pengawasan terhadap alat tangkap ikan yang digunakan oleh para nelayan.
“Seperti giat sebelum-sebelumnya, pengawasan alat tangkap ikan juga kami lakukan. Kami melakukan pengecekan perahu nelayan yang berlayar dan kami pastikan mereka menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan,” kata Fikser.
Fikser menambahkan, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, para camat setempat, serta jajaran samping dalam giat patroli laut tersebut.
“Kami harap para camat dapat berkoordinasi dengan nelayan, kan nelayan tiap hari melaut, jadi apabila melihat ada aktivitas pengurukan atau pematokan bisa segera melapor. Sehingga kami akan lakukan penindakan bersama jajaran samping,” pungkasnya.